Kanya baru saja selesai mandi dengan tujuan untuk mengantar Bebi sekolah. Meskipun begitu, kepalanya terus dipenuhi kalimat demi kalimat yang ia baca saat membuka aplikasi X nya. Tweet Daniel terus menghantui pikirannya. Pertanyaan apakah Yuan sudah tahu? atau Apa yang akan Yuan lakukan setelah tahu kalau mantan pacarnya berulah kembali?
Ah, sialan emang! Kenapa sih Daniel masih aja ganggu hidup dia? 7 Bulan berlalu setelah mereka berdua putus, apa gak cukup waktu 7 bulan buat dia move on?
Oke, wajar mereka pacaran 4 tahun mungkin Daniel sulit melupakan Kanya dengan waktu yang singkat. TAPI GAK HARUS BUAT HIDUP KANYA BERANTAKAN JUGA, KAN?
Kemudian saat dirinya hendak menuju kamar tidurnya, Yuan yang tampak bangun tidur langsung bergegas membawa Bebi pergi.
“Mau bawa Bebi kemana?” tanya Kanya panik.
“Aku mau bawa Bebi ke Mami dulu ya, Nya, Bebi absen dulu sekolahnya hari ini.”
Yang Kanya lakukan hanya memandangi pergerakan Yuan yang sibuk mengemasi Bebi sedangkan pagi itu anaknya masih tidur.
“Kamu di sini dulu ya? Aku sebentar aja.” kata Yuan. Kanya mengangguk sambil menatap Yuan yang mulai masuk ke dalam mobil dan pergi.
Jujur, Kanya nggak begitu mengerti situasinya saat ini. Kenapa Bebi harus dibawa ke rumah Mami? Dia takut media mulai memergokinya dengan Bebi dan berakhir menjadi cover berita sebagai bahan clickbait kah? Atau apa?
Kiranya satu setengah jam, Kanya menunggu di rumah sampai Yuan datang. Namun ketika sampai, Yuan malah bergegas masuk ke dalam kamar tidurnya dengan wajah yang panik.
Darisitu, Kanya belum berani bertanya ini itu. Sampai akhirnya dia melihat Yuan kembali keluar dari kamarnya dengan penampilan dirinya yang siap-siap meninggalkan rumah.
“Kamu mau kemana?” tanya Kanya.
“Aku ada urusan dulu sebentar.”
“Kamu gakpp mau jelasin apa-apa tentang berita yang lagi rame di internet ke aku? Sedikitpun?”
“Nanti kita bahas setelah aku pulang.”
“Gak bisa, aku udah nunggu kamu dari kemarin-kemarin. Masa aku harus nunggu lagi.” ujar Kanya.
Yuan menghela napasnya berat, seperti kebingungan mencari jawaban yang pas agar Kanya mengerti.
“Gini deh aku tanya aja satu. Aku gak akan nanya tentang masa lalu kamu atau Ibunya Bebi. Aku mau tanya Bebi anak kandung kamu atau bukan?” tanya Kanya dengan berani.
Yuan menatap mata wanitanya dengan gugup. Kalaupun pemberitaan itu tidak benar, harusnya Yuan bisa menjawab Kanya dengan cepat. Namun Yuan terlihat ragu.