Saat mendengar suara tangis Bebi, Kanya langsung mematikan kamera video callnya dengan Daniel. Dengan gerakan bergegas, cewek itu langsung menghampiri kamar Bebi yang ketika Kanya sampai, pintunya sudah terbuka. Yuan sudah menggendong Bebi sambil menenangkannya.
“Kenapa?” tanya Kanya sedikit panik.
“Gak tau, ngelindur kayanya.” kata Yuan sambil terus menepuk-nepuk punggung Bebi.
Bebi yang lihat kedatangan Kanya, langsung meminta alih gendongnya kepada wanita itu sambil terus menangis.
Kanya menggendong Bebi dengan gerakan yang serupa dengan Yuan, masih dengan menenangkannya.
“Anak cantik mimpi jelek, iya?” tanya Kanya dengan lembut. Bebi mengangguk dengan tangisan yang mereda.
“Yaudah sekarang bobo lagi yuk? Nyanya temenin disini?”
Bebi menggelengkan kepalanya.
“Mau meap.” katanya. Kanya dan Yuan saling memandang.
“Bebi mau apa?” tanya Yuan.
“Meap tap tap.” kata Bebi sambil menunjuk pipinya. Jujur mereka semua gak ada yang paham.
“Meap tap tap tap!” kata Bebi lagi berusaha menyuarakan keinginannya. Kanya terus menarap Bebi sambil berpikir.
“Oh.. Kayanya saya tau maksudnya apa.” kemudian Kanya bilang.
“Mau mainan make up ya?” tanya Kanya lalu Bebi ngangguk.
Yuan ngerutin dahinya.
“Apaan tuh?”
“Waktu di Siam, Bebi nunjuk satu set mainan make up anak gitu, semacam barbie’s stuff lah.. cuma kan Bebi mainannya udah banyak banget, mana harganya mahal, jadi saya bilang Bebi kalau mau dibeliin mainan harus pinter belajar baca nya, kalau pinter dikasih hadiah.” papar Kanya.
Lalu Bebi menyela, “Mbi dah pintel..” katanya.